RIAU (LK) – Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) berduka, setidaknya 13 kabupaten/kota saat ini dilanda bencana seperti banjir besar, tanah longsor, hingga meluapnya aliran sungai menimbulkan kerusakan parah, kerugian material, serta menelan korban jiwa.
Menanggapi bencana ini, Anggota DPRD Kabupaten Pelalawan, Efrizon, SH, M.Kn yang berdarah Minang, mengaku juga merasakan dulu yang mendalam atas musibah yang melanda lebih dari setengah wilayah di Provinsi Sumbar.
Efrizon mengatakan bahwa musibah yang terjadi bukan hanya dirasakan oleh masyarakat yang berada di Sumbar, tetapi juga menjadi duka bagi seluruh perantau Minang, termasuk yang berada di Kabupaten Pelalawan.
“Bencana yang melanda Sumbar merupakan duka bagi kita semua. Banyak keluarga, sanak saudara, dan kerabat kita di sana yang terdampak. Kita sebagai masyarakat Minang di perantauan tentu merasakan kesedihan yang sama,” ujarnya.
Ia mengajak seluruh masyarakat, khususnya para perantau Minang, untuk bersama-sama mendoakan agar bencana ini segera berlalu dan kondisi di Sumbar bisa segera pulih seperti biasanya.
Selain itu, Efrizon mengimbau agar semangat kebersamaan dan kepedulian sosial terus dikedepankan dengan cara mengulurkan tangan, memberikan bantuan, serta mendukung proses pemulihan bagi masyarakat yang terdampak.
“Di saat seperti ini, kita perlu bahu-membahu. Saya mengajak seluruh masyarakat Minang di perantauan, termasuk yang ada di Pelalawan, untuk tidak hanya berdoa tetapi juga membantu sesuai kemampuan kita,” ulas pria yang juga diketahui salah satu tokoh masyarakat Minang di Kabupaten Pelalawan itu.
Lebih jauh, Efrizon menegaskan bahwa kejadian ini harus menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak. Ia mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian alam, meningkatkan kewaspadaan, serta memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
“Bencana ini menjadi pengingat agar kita semua semakin mendekatkan diri kepada Allah dan lebih memperhatikan kelestarian lingkungan. Semoga saudara-saudara kita diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi ujian ini,” tutupnya.
Dengan adanya pelajaran ini, Efrizon berharap adanya gerakan solidaritas dari berbagai elemen masyarakat agar pemulihan di Sumatera Barat dapat berjalan lebih cepat dan membawa kembali kehidupan normal bagi warga terdampak.
Untuk diketahui, daerah di Sumbar yang terdampak bencana ada sebanyak 13 Daerah, dengan bermacam-macam tingkat kerusakan, sementara kebutuhan yang di perlukan pengungsi saat ini diantaranya sembako, makanan siap saji, pakaian layak pakai, selimut, perlengkapan Bayi dan hal hal yang dirasa dibutuhkan.
Editor : Yusman