Anggota DPRD Pelalawan Kecam Penganiayaan Pedagang Sate di Masjid Agung Ulul Azmi

0 510

RIAU (LK) – Anggota DPRD Kabupaten Pelalawan, Efrizon, mengecam keras insiden penganiayaan dan intimidasi yang dialami seorang pedagang sate di kawasan Masjid Agung Ulul Azmi, Pangkalan Kerinci. Peristiwa tersebut dinilai mencederai rasa keadilan dan kemanusiaan, terlebih korban merupakan pedagang kecil.

Kejadian itu terjadi pada Kamis pagi (1/1) di area pelataran parkir Masjid Ulul Azmi, lokasi yang selama ini dikenal sebagai tempat berjualan pedagang kaki lima. Suasana pagi yang biasanya ramai dan penuh aktivitas berubah menjadi mencekam akibat insiden kekerasan tersebut.

Insiden penganiayaan dengan kekerasan terhadap pedagang sate itu merupakan puncak dari persaingan sesama pedagang, dimana yang melakukan penganiayaan dan pengeroyokan adalah anak istri dari salah seorang security Masjid Agung Ulul Azmi, Pelalawan.

“Saya sangat menyayangkan kejadian ini. Aparat kepolisian harus segera bertindak tegas, memproses hukum para pelaku sesuai dengan aturan yang berlaku. Korban harus mendapatkan keadilan,” tegas Efrizon.

Ditambahkan Ketua Ikatan Keluarga Solok Saiyo Sakato (IKS3) itu, sebagai keluarga dari salah satu pengurus Masjid Agung Ulul Azmi, seharusnya pelaku penganiayaan bisa menjaga keamanan dan kenyamanan pengunjung di sekitar Masjid.

“Bukannya membantu menjaga, malah menjadi biang dan membuat keributan di tempat keramaian. Ini harus diberikan hukuman, agar di kemudian hari tidak ada kejadian serupa,” ujarnya.

Korban penganiayaan dan pengeroyokan, Maryanti kepada media ini mengaku bahwa intimidasi terhadap dirinya oleh keluarga security Masjid Agung Ulul Azmi itu sudah lama terjadi. Padahal dirinya termasuk salah satu pedagang yang sudah lama berjualan di lokasi itu.

Pada intinya, Maryanti mengaku sama sekali tidak mengetahui apa yang menyebabkan dirinya dianiaya di depan umum.

“Sebelum dianiaya kemarin, saya sudah beberapa kali diintimidasi dan di suruh pindah-pindah tempat, karena mereka masih keluarga pengurus, sampai sekarang saya tidak mengetahui kenapa mereka melakukan penganiayaan terhadap saya,” akunya.

Selanjutnya, karena terlalu tertekan hingga trauma akibat penganiayaan oleh keluarga security Masjid Agung Ulul Azmi itu, Maryanti mengatakan bahwa dirinya telah melaporkan kejadian tersebut pada pihak kepolisian.

“Saya sudah lapor dan sudah di visum ke Rumah Sakit, semoga saja pihak polisi memberikan hukuman yang setimpal pada pelaku,” imbuhnya.

 

Penulis : Yusman