Ikan Mati di Desa Sering, DLH Tunggu Hasil Labor

0 150

RIAU (LK) – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pelalawan pastikan belum dapat menyimpulkan tragedi puluhan ton ikan mati dan mabuk di Desa Sering, Kecamatan Pelalawan, Kabupaten Pelalawan. Pasalnya hingga saat ini pihaknya masih menunggu hasil sample air dan ikan mati dari laboratorium.

Kepala DLH Kabupaten Pelalawan, Eko Novitra, ST, M.Si, didampingi Herizaldi, ST, Pengawas Lingkungan Hidup Ahli Muda, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pelalawan menegaskan bahwa hasil 8 sampel air sungai di laboratorium PT.Mutu Agung Internasional di jalan Arifin Ahmad Pekanbaru Riau belum keluar.

”Kita tegaskan bahwa belum ada hasil analisa sampel air sungai maupun air limbah yang diserahkan ke laboratorium PT.Mutu Agung Internasional. Ada 8 sampel yang diserahkan, 6 sampel air sungai dan  2 sampel outlet Ipal PT RAPP dan APR di titik sebelum masuk badan sungai,” ujar Eko kepada awak media, Senin (24/11) dikantornya

Dilanjutkannya, pada tanggal 4 November 2025 kejadian pertama ditemukan ikan mati di sungai kampar tepatnya didesa Sering, pihak DLH pada tanggal 6 November 2025menyurati Gakkum KLH untuk tindak lanjut penemuan ikan mati.

Pada kejadian ikan mati ke 2 pada 14 November 2025 yang ditemykan di kelurahan di Pelalawan diambil 8 sampel dan diserahkan ke lab PT.Mutu Agung Internasional pada tanggal 15 November 2025.

”Hingga saat ini masih 10 hari di labor, minimal 2 pekan dan maksimal 1 bulan. Jadi kita tunggu hasil analisa dari laboratorium terlebih dahulu,” tegasnya.

Terakhir, Eko juga menyebutkan bahwa pihaknya tetap independen dalam menjalankan tugas, dimana pihaknya tidak berpihak pada salah satu pihak.

“Kita berharap masyarakat untuk tetap sabar menunggu hasil labor. Apapun keputusan nanti, akan kita umumkan sesuai dengan hasil labor, jadi kita pastikan independen,” tandasnya.

Penulis : Fadhly